Suatu Malam di Kampung Anyar Karya oleh Dita Di ufuk timur sana Mentari mengintip dengan malu. Ia naik perlahan, bersiap menggantikan Rembulan yang bersinar semalaman. Kalau Mentari sekadar mengintip bahkan muncul, maka langit akan menjingga. Kalau langit menjingga, maka kelelawar akan kembali ke sarangnya dan burung kuntul mendarat di sawah-sawah. Manuk kuntul sudah mendarat, beberapa sedang mengais ikan di empang atau minum air di aliran sawah. Kali ini pagi entah pukul berapa, tetapi langit sudah menjingga walau kabut-kabut masih berterbangan diatas sawah seperti awan. Cahaya mentari menyentuh lembut hamparan hijau padi, menambahkan warna kejinggaan pada pucuk-pucuk hijau. Sawah yang hijau itu kini berbalut gradasi warna jingga. Bu Darmi berjalan tergopoh-gopoh menyusuri jalan yang membentang di tengah sawah. Dari ujung sana, orang-orang kampung datang dengan onthel terlihat mengenakan caping di kepala mereka. Inilah para petani yang siap menyawah, kebanyakan ...