Hari ini aku melihat Andi duduk sendirian lagi di kelas. Seperti biasa, Ia hanya duduk di dekat jendela sembari memandang keluar. Terkadang pandangan-nya tertuju kepada papan tulis kosong, tetapi seringkali matanya memandang jauh dari lantai atas ini. Lonceng katedral berbunyi, menandakan waktu sudah lewat tengah hari. Tetapi Andi, Ia masih duduk dengan lagu yang terputar di ponselnya. Aku tahu lagu itu, lagu milik band Cranberries. Dahulu, Ia dengan antusias mengatakan bahwa Ia sangat menyukai band itu. Dolores, sang vokalis yang menjadi pujaan bagi Andi. “Kau masih disini ternyata”, Aku tersenyum kearah Andi. Diriku berdiri diambang pintu dengan kedua tangan di saku jaket. Angin berhembus dingin, meniup rambutku yang agak panjang. Andi menoleh kearahku, kemudian tersenyum tipis. Ia menggeser dan menepuk bangku di sebelahnya. Isyarat padaku untuk duduk. Aku berjalan kearahnya, pandanganku terkunci pada Andi yang matanya sayu. Lingkaran hitam terlihat jelas di se...